JANELA CIENSIA

OPINI (18) EDUKASAUN (14) DESPORTO (13) EKONOMIA (13) Poema (11) POLITICA (10) HISTORIA (4)

18 August 2014

Historia Cooperativa

Historia Badak Cooperativa iha Mundo no Timor-Leste

Ezistensia no dezenvolvimento Cooperativa iha mundo, hahu husi dalan ida ne'ebe naruk tebes no to'o ohin loron produs ona modelu Cooperativas oin-oin ne'ebe maka ita hatene no konhese iha tempu ida ne'e.
Movimentu Cooperativa mosu tamba iha sentimentu no inspirasaun husi Lideransa Reformasaun Sosial iha seklu 19, kompostu husi: Robert Owen, Francois Charles Fourier, Claude Henri de Saint-Simon, Louis Blanc no Ferdinand Lassale. Lider hirak ne'e halo protestu konaba povo ne'ebe moris maioria ki'ak tamba kauza husi revolusaun industria ho sistema kapitalisme.

Cooperativa dezenvolve di'ak liu iha nasaun hirak ne'ebe adopta sistema demokrasia. Iha nas, aun sira ne'e, ema ida-ida iha liberdade hodi deside sa ida maka sira hakarak hala'o, hodi kontribui ba dezenvolvimentu ekonomia bazeia ba kbi'it ne'ebe sira iha. Ema hirak ne'e halibur malu hodi hala'o servisu hamutuk ho objetivo prinsipal maka atu antisipa difikuldades ekonomia ne'ebe sira infrenta.

La'o ho progresu mundo nian, movimento cooperativa mos hahu moris iha nasaun barak, hanesan cooperativa konsumu iha Rochadale Manchester-Inglatera 1884; cooperativa produsaun iha Franca sekulu 18 no 19; cooperativa de credito iha Alemanha tinan 1848; cooperativa consumu iha Dinamarka no cooperativa Hotukusha katak servisu hamutuk iha Japaun tinan 1843.

Iha tinan 1967, iha Timor-Leste moris ona cooperativa Criacao de gado ne'ebe maka hanaran CRIA COOP iha Zumalai. Tinan 1972, cooperativa konsumu mos komesa eziste ho nia sede Dili. Iha tinan 1972 ne'e, membrus cooperativa iha Timor-Leste iha ona 629.

Depois Indonezia invade Timor-Leste, hahu 7 de Dezembro de 1975 to'o 30 de Agostu 1999, cooperativa ne'ebe maka eziste iha Timor-Leste hamutuk 93, kompostu husi KUD (Koperasi Unit Desa) 64, PUSKUD (Pusat-KUD) 1, Credit Union (Cooperativa de Credito) 27 no Federasaun Credito Hanai Malu 1.

Hafoin konsulta popular 30 de Agostu de 1999 no restaurasaun independensia 20 de Maio 2002, cooperativa iha Timor-Leste moris no buras tebes. Bazeia ba dadus atual ne'ebe maka iha, oras ne'e dau-dauk cooperativa ne'ebe eziste iha Timor-Leste hamutuk 152, kompostu husi cooperativa primeira grau 147, cooperativa segunda grau (federasaun cooperativa) 4, no cooperativa terceira grau (confederasaun cooperativa) 1.

Ida ne'e maka historia badak konaba ezistensia cooperativa iha mundo no Timor-Leste.


Author: Antonio Cunha
Foti husi fontes barak.

14 August 2014

MOTO

                                                                   Hamaluk Hau

Kalan ne'e hakat ona ba nia rohan,
hatudu sinal nakukun sei troka ho naroman,
lori hau matan hateke as ba lalehan,
hare fulan no fitun fahe nia roman ba mundo.

Matan ne'e komesa todan atu taka,
dada besik mehi furak hamaluk ho o,
hau doben ne'ebe dok iha ne'eba,
hamaluk hau iha o nia toba kalan.

                                    Dader rai nakaras manu kokorek,
                                    lori hau matan hare o furak,
                                    hateke ba liur hare rai moris,
                                    ita hamutuk sei haburas mundo.

                                    Hakbesik mai hau doben,
                                    lolo netik o liman mai,
                                    hamrik besik mai hamutuk ho hau,
                                    hamaluk hau iha moris tomak.

keta taridu, keta tauk
moris nia hakat sei dok tebes
loke o liman hakuak hau
ita hamutuk hakat ba oin.

Tragedi


MARI LANJUTKAN PERJUANGAN MEREKA
"MENGENANG TRAGEDI SANTA CRUZ: 12 NOPEMBER 1991"
By: AJC Da Cunha
Tragedi Santa Cruz adalah salah satu tragedi berdarah yang pernah terjadi di negeri tercinta Timor Leste (TL). Sebuah tragedi yang timbul dari rasa solidaritas dan persaudaraan sebagai sesama anak bangsa, atas tewasnya salah seorang pemuda bernama Sebatião Gomes satu bulan sebelumnya karena dibunuh oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada waktu itu. Saat ini, 17 tahun telah berlalu, TL pun telah tumbuh dan mulai berkembang sebagai sebuah bangsa yang beradab. Tentu, penulis dan mungkin ratusan ribu masyarakat TL lainnya merasakan hal yang sama, bahwa TL bisa "ukun rasik an" saat ini, adalah salah satunya karena pengorbanan oleh ratusan atau mungkin ribuan pemuda, mahasiswa, dan pelajar yang telah memberikan jiwa dan raga mereka untuk memberikan pesan kepada dunia internasional bahwa perjuangan rakyat bangsa ini tidak akan berhenti sampai memperoleh hak "ukun rasik an".
Kilas Balik Tragedi 12 Nopember 1991
Hari itu, tanggal 12 Nopember 1991, kurang lebih jam 11 pagi, setelah mengikuti misa satu bulan atas tewasnya Sebastião Gomes di gereja paroki Motael, Dili, ratusan orang, kebanyakan mahasiswa, melakukan prosesi dan aksi demonstrasi menuju pemakaman Santa Cruz, untuk memberikan penghormatan kepada almarhum Sebastião Gomes. Dalam perjalanan, yel-yel kemerdekaan pun terus diteriakkan. Berbagai spanduk tentang penentuan nasib sendiri pun digelar, dan poster-poster dari pemimpin perlawanan seperti Xanana Gusmao (sekarang PM TL) pun dibentangkan. Sebuah sikap sangat berani yang dilakukan di tengah-tengah TNI. keberanian yang patut dan pantas untuk mendapatkan apresiasi dan penghormatan tertinggi dari generasi-generasi muda saat ini.
Singkat cerita, ketika semua demonstran telah berada di dalam pemakaman Santa Cruz, tiba-tiba tentara TNI menembak secara membabi buta. Korban pun berjatuhan. 271 tewas, 382 terluka, dan 259 orang menghilang, termasuk diantaranya salah seorang pelajar ilmu politik dan aktivis HAM asal Selandia Baru (Sumber: Wikipedia.org/wiki/insiden Dili). Persitiwa tersebut dilihat dan diabadikan oleh dua wartawan yang berasal dari Amerika Serikat (Amy Goodman & Alan Nairm), serta seorang wartawan bernama Max Stahl yang berhasil merekamnya. Berita tersebut tersebar dengan cepat ke seluruh dunia, sehingga menimbulkan reaksi dan protes yang cukup keras dari berbagai kalangan, terutama dari Portugal dan Australia, di mana keberadaan komunitas masyarakat TL di sana cukup besar jumlahnya. Pengorbanan mereka telah membuka kembali mata dunia internasional yang seolah telah melupakan bangsa ini. Dunia pun terbangun, dunia mulai berbicara kembali. Dan semangat rakyat pun kembali terbakar untuk terus berjuang mengapai impian "ukun rasik an".
DUA OPSI
Delapan tahun setelah kejadian itu, pengorbanan itu pun akhirnya mencapai ujungnya. Negara Republik Indonesia, melalui presiden B.J. Habibie, memberikan dua opsi pilihan kepada rakyat: "Merdeka atau Otonomi seluas-luasnya dalam kesatuan NKRI". Mendengar itu, semua orang bahagia, meskipun mereka sadar, ke depan mereka akan menjalani dan mengalami teror yang lebih mengerikan lagi. Dan akhirnya masa itu tiba, mayoritas rakyat bangsa ini memilih untuk "ukun rasik an". Perjuangan dan pengorbanan para pemuda, mahasiswa, pelajar, tua maupun muda pada 12 Nopember 1991 pun terbayarkan. Semua rakyat larut dalam kebahagiaan. Impian itu telah menjadi nyata, kini semua bangsa Timor Leste berbangga, karena negeri yang mereka cintai telah menjadi sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Dunia pun tersenyum, dunia pun bahagia, dan melalui misi UNMISSET (UNITED NATION MISSION IN EAST TIMOR) dunia pun bahu membahu memberikan apa yang mereka miliki untuk membantu membangun kembali bangsa ini dari kehancuran. Setelah dua tahun bangsa kecil inipun akhirnya diakui secara resmi oleh dunia. Ya, tanggal 20 Mei 2002 (Hari Restorasi) bangsa kecil ini pun diakui secara resmi oleh dunia internasional.
Penghargaan Terhadap Korban 12 Nopember (SANTA CRUZ)
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Meskipun TL merupakan sebuah negara kecil, namun penulis percaya rakyatnya memiliki jiwa besar untuk mau dan akan selalu mengakui dan mengenang para pahlawan bangsa, baik yang telah meninggal dunia maupun yang saat ini masih hidup dan terus mendedikasikan hidup mereka untuk kemajuan bangsa ini. Negara pun menghargai mereka dengan memberikan santunan-santunan atas dedikasi dan pengorbanan yang telah mereka berikan pada waktu itu. Tulisan ini tidak bermaksud untuk menjustifikasi bahwa para korban 12 Nopember 1991 adalah satu-satunya pahlawan bangsa ini. Penulis sadar, perjuangan panjang bangsa TL mengapai ukun rasik an, tidak ditentukan hanya oleh satu peristiwa itu. Perjuangan bangsa ini telah dimulai sejak jaman kolonialisme Portugal hingga pada jaman pendudukan Indonesia. Tapi penulis mengakui bahwa, tragedi 12 Nopember 1991, merupakan salah satu tonggak penting dari perjuangan bangsa TL mengapai kemerdekaan. Dan menurut penulis, para korban dalam tragedi tersebut pantas menerima apresiasi yang tinggi dari seluruh rakyat TL.
Pertanyaan yang kemudian timbul dalam benak penulis adalah apresiasi macam apa yang patut dan pantas diberikan kepada para korban tragedi 12 Nopember? Memberikan santunan berupa bantuan dana atau misalnya memberikan pekerjaan tetap kepada para korban? Jika memberikan santunan berupa bantuan dana, siapakah yang lebih berhak mendapatkanya? Kriteria apa yang digunakan oleh pemerintah atau negara untuk memberikan bantuan, sehingga bantuan tersebut menjadi tidak salah sasaran? karena sadar atau tidak, di jaman kemerdekaan seperti ini, tentu banyak orang yang tiba-tiba merasa sebagai pejuang dan yang paling banyak berkorban. Penulis mengajak para pembaca semua untuk memberikan argumen dan opininya masing-masing mengenai hal ini. Namu demikian, penulis percaya, jika memang harus memberikan santunan berupa bantuan kepada para korban tragedi 12 Nopember 1991, tentu negara telah mempunyai kriteria tersendiri untuk menilai atau menjustikfikasi kepantasan seseorang.
Mari Lanjutkan Perjuangan
Perjuangan panjang rakyat dan para pejuang bangsa ini telah melahirkan sebuah negara baru di abad milenium. Sebuah bangsa kecil yang eksis dengan nama Republica Democratica De Timor Leste (RDTL). Dalam perjalanannya bangsa ini selalu mengalami berbagai problematika. Mulai dari sikap para elit politik yang lebih mementingkan kepentingan partai atau golongannya, sampai pada pertikian antara suku dan ras yang timbul akibat dari keserakahan para pemimpin bangsa yang nota bene merupakan para pendiri bangsa ini (krisis 2006-2007).
Saat ini, krisis itu telah berlalu. Rakyat TL kembali merajut mimpi mereka. Rakyat telah sadar dan paham, segala yang terjadi saat ini adalah karena moral para pemimpin yang terlalu memikirkan kepentingan mereka sendiri. Rakyat sadar, bahwa pengorbanan yang telah diberikan oleh para pahlawan yang telah gugur, tidak harus menjadi sia-sia, karena kepentingan segelintir elit politik yang menodai hasil perjuangan dan pengorbanan anak bangsa.
Sebagai salah satu anak muda dari sekian ribu anak muda yang lain, penulis yakin dan percaya bahwa masa-masa suram itu akan berlalu dengan cepat. Rakyat dan pemuda bangsa ini akan kembali bersatu, berjuang dengan segenap jiwa dan raga mereka seperti pada masa-masa perjuangan sebelumnya, dengan satu tujuan mencapai TL yang adil, makmur dan sejahtera. Perjuangan para kaum muda TL saat ini bukan lagi mengunakan kekuatan fisik, tapi mengunakan kekuatan intelektual. Perjuangan bukan lagi untuk mengusir penjajah, tapi untuk mengusir kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan.
Banyak pemuda dan pemudi TL saat ini tersebar di berbagai penjuru dunia. Indonesia, Portugal, Australia, Cuba, dan banyak negara lainnya, merupakan tempat di mana ribuan pemuda berada hanya untuk satu tujuan yaitu membekali diri dengan ilmu pengetahuan, agar di masa depan mampu membawa TL menjadi sebuah bangsa yang dapat dibanggakan. Dengan kenyataan ini, penulis yakin kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan yang saat ini menghimpit rakyat bangsa ini akan segera berlalu.
Dengan mengenang 17 tahun tragedi Santa Cruz, penulis mengajak kita semua para pemuda, pelajar, dan seluruh mahasiswa Timor Leste di mana pun berada untuk terus mempererat tali persatuan, bulatkan tekad, melanjutkan perjuangan para pendahulu kita. Jika para pemuda, pelajar dan mahasiswa pada masa itu telah bersatu dan mampu membuka mata dunia bahwa bangsa Timor Leste masih ada dan akan terus eksis dalam perjuangan mereka mengapai kemerdekaan, maka saat ini kita pun bisa melakukan hal yang sama, yaitu membuka mata dunia bahwa kita pun bisa mengurus negara, bangsa, dan rakyat kita sendiri. Kita tidak akan pernah menjadi sebuah negara gagal, yang hanya selalu mengemis kepada kedermawanan bangsa lain. Kita adalah bangsa kecil yang memilik potensi untuk bisa menjadi lebih baik dan lebih hebat dari bangsa manapun.
Marilah kita belajar dengan sungguh-sungguh, membekali diri kita dengan ilmu pengetahuan sesuai dengan bidang keilmuan yang telah kita pilih, agar kelak kita tidak menjadi intelektual "tanpa isi". Kita semua adalah masa depan bangsa. Jika kita mau dan sungguh-sungguh, maka tidak ada yang tidak mungkin.
Terima Kasih
Melalui tulisan ini, penulis ingin mengenang dan memberikan rasa hormat yang mendalam kepada para pemuda-pemudi, pelajar, mahasiswa, dan masyakarakat Timor Leste yang telah mengorbankan dan merelakan segala yang mereka miliki bagi kemerdekaan bangsa ini. penghargaan ini tidak hanya bagi korban tragedi 12 Nopember 1991, namun juga bagi korban tragedi-tragedi lain yang mungkin telah dilupakan atau tidak akan pernah tertulis dalam buku sejarah perjuangan bangsa ini.
Bagi korban yang telah meninggal dunia, semoga arwah mereka saat ini tenang di sisi Tuhan yang Maha Kuasa. Bagi mereka yang hilang dan jasad mereka tidak pernah ditemukan, semoga saat ini mereka tenang disuatu tempat yang indah di dunia ini. Dan bagi mereka yang saat ini masih hidup dan mengalami cacat seumur hidup, semoga mereka semua akan selalu ditabahkan dan dikuatkan menghadapi segala macam cobaan ini.
Bagi kita semua yang saat ini hidup, pemuda, pelajar, dan mahasiswa, mari terus berjuang. Perjalanan menuju TL yang adil, makmur dan sejahatera masih sangat panjang dan berliku. Marilah kita semua belajar dan bekerja keras, karena sadar atau tidak kita belum benar-benar terbebas dari penjajahan, karena saat ini kita sedang mengalami penjajahan jenis lain, yaitu penjajahan dari kaum kapitalis.
Pikirkan dan renungkanlah, karena hanya kita yang mampu membawa bangsa dan rakyat kita keluar dari kemiskinan, kebodahan, keterbelakangan, menjadi sebuah bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera. SELAMAT BERJUANG SAHABAT.

PENULIS SANGAT MENGHARAPKAN KRITIK DAN SARAN, SERTA MASUKAN
YANG MEMBANGUN DARI SIAPA SAJA YANG MEMBACA OPINI INI.


Penulis saat ini kuliah di
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Etika Bisnis

TEORI ETIKA DAN APLIKASINYA DALAM AKTIVITAS BISNIS
“TEORI KEUTAMAAN”
By: A.J. Da Cunha
Definisi Etika
Etika secara etimologi berasal dari bahasa yunani yaitu ethos yang berarti custom atau kebiasaan yang berkaitan dengan tindakan atau tingkah laku manusia, juga dapat berarti karakter manusia. Etika, pendek kata, mengantar orang bagaimana menjadi baik (Riyanto, Armada. 2007. Course of Fundamental Ethics for Business). Dengan adanya etika, berarti dalam segala aspek kehidupan, baik dalam aspek sosial, politik, budaya maupun ekonomi, manusia harus selalu mempertimbangkan aspek baik atau buruk ketika mereka berada dalam suatu tatanan kehidupan bermasyarakat. Demikian pula dalam kehidupan bisnis.
Etika bisnis merupakan salah satu aspek yang harus bisa dimengerti oleh para pebisnis ketika mereka menjalankan aktivitas bisnis mereka. Etika bisnis dapat didefinisikan sebagai pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi bisnis (Bertens, K. 2000. Pengantar Etika Bisnis). Moralitas dalam ekonomi bisnis berarti bahwa dalam melakukan kegiatan-kegiatan bisnis para pelaku bisnis harus bisa bersikap jujur dan bertanggungjawab terhadap produk-produk yang dipasarkan di pasaran dan bukan hanya sekedar mencari keuntungan. Bahwa konsumen diperlakukan dengan baik secara moral, tidak saja merupakan tuntutan etis, melainkan juga syarat mutlak untuk mencapai keberhasilan dalam bisnis.
Bisnis modern merupakan realitas yang amat kompleks, di mana banyak faktor turut mempengaruhi dan menentukan kegiatan bisnis itu sendiri. Berbicara mengenai bisnis modern juga tidak dapat dihindarkan dari apa yang disebut dengan etika. Professor K.Bertens dalam bukunya mengatakan bahwa etika dapat dibedakan kedalam dua hal utama, yaitu etika sebagai sesuatu yang praksis dan etika sebagai suatu refleksi. Etika sebagai sesuatu yang praksis berarti bahwa nilai-nilai dan norma-norma moral sejauh dipraktekkan atau justru tidak dipraktekkan, walaupun seharusnya dipraktekkan. Definisi ini dapat diartikan bahwa apabila mereka (pebisnis) melakukan suatu tindakan atau aktivitas bisnis, meskipun hal itu bertentangan dengan norma-norma yang berlaku dalam hidup bermasyarakat, namun sejauh aktivitas itu menguntungkan usaha bisnis mereka, maka tindakan-tindakan yang merugikan tersebut akan tetap dilakukan. Sedangkan etika sebagai refleksi merupakan suatu pemikiran moral, di mana dalam hal ini para pebisnis mengenai aktivitas bisnis apa yang seharusnya atau tidak boleh dilakukan. Dan sebagai suatu pemikiran moral, maka setiap pebisnis harus menyadari ruang lingkup keterbatasan mereka, serta memahami bahwa apa yang mereka lakukan dapat memberikan pengaruh yang baik atau tidak terhadap kehidupan yang berada di sekitar lingkungan mereka.
Etika bisnis mencakup banyak hal, diantaranya: pertama Utilitarisme, di mana dapat diartikan sebagai suatu teori itu baik jika membawa manfaat, tetapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Kedua, Deontologi, di mana dapat diartikan sebagai melepaskan sama sekali moralitas dari konsekuensi perbuatan. Ketiga, Teori hak merupakan pendekatan yang paling banyak digunakan untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku. Dan yang terakhir adalah teori keutamaan yang memandang sikap atau akhlak seseorang, di mana tidak dinyatakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati, melainkan apakah orang itu bersikap adil, jujur, murah hati, dan sebagainya. Penulisan makalah ini akan lebih difokuskan pada teori keutamaan.
Teori Keutamaan
Teori keutamaan (virtue) yaitu suatu teori yang lebih mengutamakan atau memandang pada sikap atau akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati, melainkan apakah orang itu bersikap adil, jujur, murah hati, dan sebagainya. Artinya bahwa Etika keutamaan tidak mempersoalkan akibat suatu tindakan dan tidak mengacu pada norma-norma dan nilai-nilai universal untuk menilai moral seseorang. Etika keutamaan lebih mengfokuskan pada pengembangan watak moral pada diri setiap orang. Professor K.Bertens (2000) mendefinisikan keutamaan sebagai suatu disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral. Definisi tersebut dapat diuraikan sebagai suatu pandangan seseorang terhadap suatu tindakan atau perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. Definisi lain mengenai teori keutamaan adalah bahwa orang bermoral atau pribadi bermoral ditentukan oleh kenyataan seluruh hidupnya, yaitu bagaimana dia hidup baik sebagai manusia, jadi bukan tindakan satu persatu yang menentukan kualitas moralnya, di mana dalam setiap situasi yang dihadapi, dia mempunyai posisi, kecenderungan, bersikap, dan berperilaku terpuji sepanjang hidupnya (Rooswiyanto, Tony. Maret 2006. Etika Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan. http://www.bppk.depkeu.co.id. Diakses 12 September 2007). Definisi lain mengatakan bahwa keutamaan adalah merupakan aktivitas jiwa (Riyanto, Armada.2007. Course on Fundamental Ethics for Business). Karena itu pembagian keutamaan bersesuaian dengan bagian-bagian dari jiwa, yaitu keutamaan pikiran dan keutamaan karakter. Kedua keutamaan tersebut mewajibkan setiap pebisnis untuk terus menggunakan pikiran mereka sebagai suatu kekuatan untuk bisa secara terus-menerus mengerakkan bisnis mereka ke arah yang lebih baik dan kekuatan berpikir tersebut akan menjadi karakter yang kuat dari setiap pebisnis dalam langkah menuju kesuksesan.
Pencarian mendasar tentang nilai-nilai yang lebih mendalam atas sikap dan perlakuan yang berbeda-beda itu akan membawa kita memasuki teori etika. Dasar tentang nilai-nilai tersebut adalah pencarian asas-asas hakiki atau fundamental manusia atas dirinya. Hidup yang baik adalah virtous life, hidup keutamaan, di mana keutamaan tidak boleh dibatasi pada taraf pribadi saja, tetapi harus selalu ditempatkan dalam konteks komuniter.
Ada beberapa hal dalam keutamaan, seperti kebijaksanaan yaitu suatu keutamaan yang membuat seseorang mengambil keputusan secara tepat dalam setiap situasi. Keadilan merupakan keutamaan lain yang membuat seseorang selalu memberikan kepada sesama apa yang menjadi haknya. Kerendahan hati adalah keutamaan yang membuat seseorang tidak menonjolkan diri, sekalipun situasi mengijinkannya. Suka berkerja keras adalah keutamaan yang membuat seseorang mengatasi kecenderungan spontan untuk bermalas-malasan.
Di antara ke empat keutamaan itu yang harus dimiliki oleh pebisnis perorangan bisa disebut seperti kejujuran, fairness, keadilan, dan keuletan. Kejujuran secara umum diakui sebagai keutamaan pertama dan paling penting yang harus dimiliki pelaku bisnis. Fairness adalah kesediaan untuk memberikan apa yang wajar kepada semua orang dan dengan “wajar” dimaksudkan apa yang bisa disetujui oleh semua pihak yang terlibat dalam suatu transaksi. Kepercayaan (trust) adalah keutamaan yang penting dalam konteks bisnis. Keuletan dapat diartikan sebagai kemampuan yang harus dimiliki oleh pebisnis hdalam menghadapi segala situasi yang sulit.
Kelompok keutamaan lain menandai orang bisnis pada taraf perusahaan dengan kata lain, keutamaan-keutamaan ini dimiliki manajer dan karyawan sejauh mereka mewakili perusahaan. Keutamaan-keutamaan yang berhubungan dengan manajer dan karyawan adalah keramahan, loyalitas, kehormatan, dan rasa malu. Keramahan bukan merupakan taktik saja untuk memikat para pelanggan, tapi menyangkut inti kehidupan bisnis itu sendiri. Loyalitas berarti bahwa karyawan tidak bekerja semata-mata hanya untuk mendapat gaji, tetapi juga mempunyai komitmen yang tulus dengan perusahaan. Kehormatan adalah keutamaan yang membuat karyawan menjadi peka terhadap suka dan duka serta sukses dan kegagalan perusahaan. Sedangkan rasa malu membuat karyawan solider dengan kesalahan perusahaan.

Timor Leste


ME "MARKETING"KAN TIMOR LESTE DENGAN STP
By: A.J. Castro Da Cunha
Berbicara tentang Timor Leste, mungkin sebagian besar orang akan berpikir tentang sebuah negara kecil yang miskin. Sebagian yang lain mungkin akan berpikir, itu adalah sebuah negara seribu satu masalah. Pendapat orang-orang seperti itu memang tidak bisa sepenuhnya disalahkan, karena demikianlah kenyataan sesungguhnya yang terjadi. Setiap kali ada masalah yang terjadi di Timor Leste, maka akan selalu menjadi Headline News di koran-koran maupun stasiun TV baik di Indonesia maupun dunia lainnya. Hal seperti ini memang tidak perlu disalahkan. Yang menjadi permasalahannya adalah, mengapa kejadian yang terjadi di Timor Leste dan selalu menjadi Headline News di media-media Indonesia selalu tentang sesuatu yang buruk? Ini tentu merupakan “PR” besar bagi pemerintah Timor Leste. Mampukah bangsa ini melakukan sesuatu yang positif dan luar biasa, sehingga dunia tidak lagi hanya melihat keburukan dan kelemahannya, tapi juga melihat keindahan dan kehebatannya? Ada banyak hal yang dapat bisa membuat Timor Leste menjadi hebat di mata dunia. Tinggal sekarang, bagaimana bangsa ini mau memanfaatkannya.
Timor Leste memiliki potensi besar untuk menjadi sebuah negara yang maju dan makmur. Kekayaan akan sumber daya mineral (oil and natural gas), kemudian produk-produk pertanian yang berlimpah seperti kopi, padi, sinkong, kentang, kacang kedele, kol, mangga, pisang, kelapa dan panili (dari berbagai sumber), merupakan kekuatan utama bagi kemakmuran dan kemajuan bangsa ini. Selain itu, Timor Leste juga memiliki alam yang indah, dan juga ragam budaya yang memiliki ciri khas dan keunikannya sendiri-sendiri. Namun sayangnya, saat ini potensi-potensi tersebut belum dikelola dengan maksimal. Para pemimpin bangsa ini lebih suka "berkelahi" dan memikirkan kepentingan politik mereka ketimbang memikirkan kesejahteraan rakyatnya.
Potensi Pasar Timor Leste
Sebagai sebuah negara baru dan kecil yang memiliki potensi kekayaan alam besar, Timor Leste pun menjadi salah satu target pasar yang menjadi tujuan para investor asing. Walaupun hanya sebuah negara kecil, Timor Leste mempunyai segalanya, mulai dari kekayaan alam hingga eksotika alam yang indah. Mulai dari oil and natural gas sampai dengan produk-produk pertanian yang berlimpah. Semua itu adalah potensi-potensi kekayaan yang bisa menjadikan Timor Leste sebagai salah satu tujuan utama pasar internasional. Dan agar semua itu bisa tercapai, maka pemerintah sebagai policymaker harus berada dibarisan terdepan dalam mempromosikan Timor Leste ke dunia internasional. Atau dengan kata lain, pemerintah harus bisa memasarkan Timor Leste agar bisa menarik minat masyarakat internasional.
Timor Leste dengan kekayaannya yang besar, pasti menjadi "rebutan" bagi setiap pemasar untuk masuk ke dalamnya. Hal itu dapat dilihat pada awal-awal negara ini merdeka. Banyak investor asing hadir. Berbagai jenis usaha dalam skala kecil maupun besar dibuka. Mulai dari usaha jasa sampai usaha manufaktur. Mulai dari membuka outlet-outlet kecil sampai dengan membukan supermarket. Namun apa yang terjadi? Ketika kota Dili dilanda kerusuhan, dan ketika pemerintah tidak mampu menjamin keselamatan usaha mereka, maka keputusan terakhir bagi para pemasar adalah menutup usaha dan keluar dari Timor Leste. Salah satu contoh adalah ketika terjadi kerusahaan yang menyebabkan terbakarnya minimarket Hello Mister.
Belajar dari hal tersebut, maka hendaknya pemerintah bisa merumuskan suatu market plan yang dapat membagi Timor Leste ke dalam beberapa pasar dengan menawarkan kesempatan dan keuntungan, serta jaminan keamanan yang lebih baik bagi para pemasar. Melalui tulisan ini, penulis mencoba memaparkan ide-ide dalam me marketing kan Timor Leste berdasarkan pada strategi STP (Segmentation, Targeting, Positioning).
Market Segmentation
Segmentation dapat didefinisikan sebagai membagi pasar menjadi kelompok-kelompok berdasarkan pada kelebihan dan kekuatan yang dimiliki oleh masing-masing pasar sesuai dengan kebutuhan, karakteristik, atau perilaku pasar itu sendiri. Melakukan segmentasi pasar adalah penting bagi pemerintah Timor Leste. Melihat letak geografis yang ada, Timor Leste dapat disegmenkan ke dalam 3 wilayah utama, yaitu wilayah Timur, wilayah Tengah, dan wilayah Barat. Di mana wilayah Timur di bagi ke dalam 4 distri yaitu Baucau, Viqueque, Lospalos, dan Manatuto. lalu wilayah Tengah terdiri dari 4 distrik, yaitu Aileu, Same, Ermera, dan Lequisa. sedangkan wilayah Barat terdiri 3 distrik yaitu Maliana, Ainaro, dan Suai. Sedangkan distrik Dili sebagai ibu kota negara sudah berfungsi sebagai kota administratif, dan distrik Oecussi merupakan daerah keisimewaan yang memiliki otonomi sendiri.
Setelah dilakukan segmentasi, maka selanjutnya adalah menentukan fungsi dan tanggung jawab dari masing-masing wilayah tersebut sebagai ujung tombak penghasil devisa bagi negara. Misalnya di sini, kita menentukan wilayah Timur sebagai pusat pariwisata, wilayab Tengah sebagai pusat industri, dan wilayah Barat sebagai pusat perdagangan. Dengan melakukan segmentasi seperti itu, maka kita telah mengkondisikan wilayah-wilayah tersebut identik sebagai kota pariwisata, kota industri, serta kota perdagangan. Dengan demikian, image wilayah-wilayah tersebut akan menjadi kekuatan tersendiri dalam upaya mengenalkan atau memasarkan Timor Leste secara utuh pada dunia internasional. Atau dalam istilah marketing, kita menciptakan suatu brand yang unik tentang Timor Leste, dengan fokus kepada kelebihan dan kekuatan dari wilayah-wilayah yang ada di Timor Leste.
Fokus merupakan salah satu strategi marketing yang dilakukan oleh setiap pemasar untuk mengarap produk yang menjadi kelebihan perusahaan dengan lebih serius. Hal itu bukan berarti bahwa, produk-produk yang lain tidak akan diperhatikan. Namun produk yang telah menjadi fokus merupakan trade mark bagi wilayah-wilayah itu sendiri, yang akan membedakan dirinya dengan pesaing.
Target Maketing
Setelah menentukan market segmentation, maka selanjutnya adalah menentukan target marketing. Target marketing dapat definisikan sebagai sebuah proses di mana pemasar menentukan atau memilih pasar yang menarik, kemudian memilih pasar tersebut untuk tujuan utama pemasaran. Seperti sudah disebutkan di market segmentation, pasar Timor Leste dibagi menjadi tiga wilayah, yaitu wilayah Timur yang telah dipilih sebagai kota pariwisata, Wilayah Tengah yang telah dipilih sebagai kota pendidikan, dan wilayah Barat industri. Maka selanjutnya adalah memilih kota-kota yang ada di setiap wilayah sebagai kota yang paling menarik yang dapat dijadikan pusat dari segala aktivitas yang akan dilakukan. Misalnya di wilayah Timur, di mana di wilayah tersebut terdapat empat kota yang memiliki keunikannya masing-masing.
Dari keempat kota tersebut, kemudian dipilih kota yang memiliki keunikan paling baik untuk dijadikan sebagai ikon pariwisata. Distrik Lospalos bisa menjadi salah ikon bagi pariwisata Timor Leste, karena selama ini distrik tersebut telah banyak dikenal dengan keindahan pantainya, seperti di pantai COM (KOM). Dan pintu utama bagi para wisatawan adalah di distrik Baucau yang telah memiliki bandara cukup besar di wilayah Timur. Untuk wilayah Tengah, penulis memilih Ermera sedagai pusat industri. Hal tersebut disebabkan karena distrik Ermera merupakan penghasil kopi terbesar di Timor Leste dan merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar bagi Timor Leste. Kemudian wilayah Barat, penulis memilih distrik Maliana sebagai pusat perdagangan. Hal itu disebabkan karena distrik tersebut merupakan salah satu pintu masuk dari Indonesia ke Timor Leste yang paling rame dan paling sering digunakan sebagai tempat lintas batas antara kedua negara.
Target marketing ini diperlukan agar Timor Leste dapat menciptakan sebuah nilai yang besar tentang apa dan bagaimana Timor Leste yang sebenarnya bagi masyarakat internasional. Dengan demikian, apa yang telah dilakukan dapat dipertahankan dalam jangka waktu yang lama.
Market Positioning
Market positioning dapat didefinisikan sebagai sebuah upaya untuk mengatur suatu produk atau layanan yang jelas dan berbeda, sehingga produk atau layanan tersebut lebih diharapkan ketimbang yang dilakukan oleh para pesaing. Hal yang perlu dilakukan dalam postioning ini adalah mengidentifikasi keunggulan yang kompetitif dengan menawarkan nilai terbesar dengan menawarkan lebih banyak keuntungan yang dapat disesuaikan dengan kondisi pesaing. Jika sebuah produk atau layanan dianggap sama dengan yang ada di tempat lain, maka produk atau layanan tersebut tidak akan digunakan.
Timor Leste memiliki produk kopi, di mana kulitasnya pun tidak kalah dengan produk kopi dari negara-negara lain. Misalnya di sini, positioning kopi Timor Leste ”rasa adalah pembeda nomor 1”. Atau misalnya dalam sektor pariwisata, positioning Timor Leste adalah ”satu-satunya keindahan”. Pernyataan-pernyataan sederhana semacam itu dapat dijadikan sebagai tulang punggung bagi strategi pemasaran Timor Leste. Dengan menempatkan posisi produk maupun layanan yang ada disetiap wilayah Timor Leste, maka pemerintah harus mengambil langkah-langkah yang tepat dan tegas dalam upaya memberikan dan mengkomunikasikan pada masyarakat internasional sebagai konsumen target.
Dengan demikian, pemerintah sebagai policymaker harus menyusun program-program pemasaran yang dapat mendukung strategi penempatan posisi yang sudah diputuskan atau digariskan, sehingga keputusan-keputusan tersebut dapat menjadi kekuatan untuk merangsang atau meningkatkan kepercayaan masyarakat internasional untuk hadir di Timor Leste.
akhirnya, sambil mencari peluang untuk menarik para investor maupun wisatawan asing ke Timor Leste, maka akan lebih baik bila pemerintah berusaha untuk terus membenahi keadaan dalam negeri dengan meningkatkan kinerja pemerintah dan menciptakan suatu lingkungan atau kondisi politik yang kondusif guna memberikan pelayanan yang terbaik. Bisakah pemerintah mencipatakan dan memastikan Timor Leste yang ama dan nyaman bagi masyarakat internasional?
Penulis adalah mahasiswa
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya